Rabu, 05 Oktober 2016

SILABUS MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SMA/MA/SMK/MAK



SILABUS MATA PELAJARAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH/SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN
(SMA/MA/SMK/MAK)









MATA PELAJARAN
BAHASA INDONESIA


















KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
JAKARTA, 2016









I. PENDAHULUAN

A.     Rasional
     
Pendekatan pengembangan kurikulum bahasa di berbagai negara maju saat ini menjadi dasar pengembangan Kurikulum 2013mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pendekatan dimaksud adalah genre-based, genre pedagogy, dan content language integrated learning (CLIL). Secara singkat, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan berbasis genre. Genre merupakan pengelompokan dari suatu peristiwa komunikasi. Setiap peristiwa komunikasi memiliki tujuan komunikatif yang khas yang juga berbeda dalam wujud komunikasinya. Wujud komunikasi ini ditentukan oleh masyarakat yang menghasilkan genre tersebut (Swales, 2003). Ada beberapa prinsip yang yang diacu, yakni: (1) teks terbentuk karena tuntutan kegiatan sosial; (2) teks itu memiliki tujuan sosial; (3) bentuk teks merupakan hasil konvensi; (4) kebahasaan suatu teks bersifat fungsional sesuai tujuan sosial; dan (5) aspek kebahasaan teks (seperti kosakata, tata bahasa, atau ciri lainnya) dibelajarkan secaara terpadu, tidak boleh dibelajarkan terpisah dari pertimbangan struktur teksnya (Biber & Conrad, 2009).Hal yang perlu diingat adalah bahwa genre merupakan makna dan tujuan sosial, tipe teks adalah bentuk fisiknya. Oleh sebab itu, pendekatan berbasis genre juga terkadang disebut berbasis teks.

Teks dalam pendekatan berbasis genre bukan diartikan--istilah umum-- sebagai tulisan berbentuk artikel. Teks merupakan perwujudan kegiatan sosial dan bertujuan sosial, baik lisan maupun tulis. Ada 7 jenis teks sebagai tujuan sosial, yaitu: laporan (report), rekon (recount), eksplanasi (explanation), eksposisi (exposition: discussion, response or review), deskripsi (description), prosedur (procedure), dan narasi (narrative).  

Mata pelajaran Bahasa Indonesia dimaksudkan untuk membina dan mengembangkan kepercayaan diri peserta didik sebagai komunikator, pemikir (termasuk pemikir imajinatif), dan menjadi warga negara Indonesia yang melek literasi dan informasi. Pembelajaran Bahasa Indonesia bertujuan membina dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap berkomunikasi yang diperlukan peserta didik dalam menempuh pendidikan, hidup di lingkungan sosial, dan berkecakapan di dunia kerja.

Kurikulum 2013 mata pelajaran Bahasa Indonesia secara umum bertujuan agar peserta didik mampu mendengarkan, membaca, memirsa (viewing), berbicara, dan menulis. Kompetensi dasar dikembangkan berdasarkan tiga hal lingkup materi yang saling berhubungan dan saling mendukung pengembangan kompetensi pengetahuan kebahasaan dan kompetensi keterampilan berbahasa (mendengarkan, membaca, memirsa, berbicara, dan menulis) peserta didik. Kompetensi sikap secara terpadu dikembangkan melalui kompetensi pengetahuan kebahasaan dan kompetensi keterampilan berbahasa.  Ketiga hal lingkup materi tersebut adalah bahasa (pengetahuan tentang Bahasa Indonesia); sastra (pemahaman, apresiasi, tanggapan, analisis, dan penciptaan karya sastra); dan literasi (perluasan kompetensi berbahasa Indonesia dalam berbagai tujuan khususnya yang berkaitan dengan membaca dan menulis).
Silabus ini disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru. Penyederhanaan format dimaksudkan agar penyajiannya lebih efisien, tidak terlalu banyak halaman namun lingkup dan substansinya tidak berkurang, serta tetap mempertimbangkan tata urutan (sequence) materi dan kompetensinya. Penyusunan silabus ini dilakukan dengan prinsip keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum; mudah diajarkan oleh guru (teachable); mudah dipelajari oleh peserta didik (learnable); terukur pencapainnya (measurable), dan bermakna untuk dipelajari (worth to learn) sebagai bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan peserta didik.

Silabus ini bersifat fleksibel, kontekstual, dan memberikan kesempatan kepada guru untuk mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran, serta mengakomodasi keungulan-keunggulan lokal.  Atas dasar prinsip tersebut, komponen silabus mencakup kompetensi dasar, materi pokok, alternatif pembelajaran dan penilaianya. Uraian pembelajaran yang terdapat dalam silabus merupakan alternatif kegiatan yang dirancang berbasis aktifitas. Pembelajaran tersebut merupakan alternatif dan inspiratif sehingga guru dapat mengembangkan berbagai model yang sesuai dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran. Dalam melaksanakan silabus ini guru diharapkan kreatif dalam pengembangan materi, pengelolaan proses pembelajaran, penggunaan metode dan model pembelajaran, yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat serta tingkat perkembangan kemampuan siswa.


B.    Kompetensi Setelah Mempelajari Bahasa Indonesia di Pendidikan Dasar Dasar dan Pendidikan Menengah

Pengembangan kompetensi lulusan Bahasa Indonesia ditekankan pada kemampuan mendengarkan, membaca, memirsa (viewing), berbicara, dan menulis. Pengembangan kemampuan tersebut dilakukan melalui media teks.  Dalam hal ini, teks merupakan perwujudan kegiatan sosial dan memiliki tujuan sosial. Pencapaian tujuan ini diwadahi oleh karakteristik:  cara pengungkapan tujuan sosial (yang disebut struktur retorika), pilihan kata yang sesuai dengan tujuan, dan tata bahasa yang sesuai dengan tujuan komunikasi. Kegiatan komunikasi dapat berbentuk tulisan, lisan, atau multimodal (yakni teks yang menggabungkan bahasa dan cara/media komunikasi lainnya seperti visual, bunyi, atau lisan sebagaimana disajikan dalam film atau penyajian komputer). 

C.    Kompetensi  Setelah Mempelajari Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan

Kompetensi setelah mempelajari Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan yaitu:

KELAS  X – XII
Menjadi insan yang memiliki kemampuan berbahasa dan bersastra untuk menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan menerapkannya secara kreatif dalam kehidupan sosial.


D.    Kerangka Pengembangan Kurikulum Bahasa Indonesia Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan

Mata pelajaran Bahasa Indonesia diberikan sejak SD/MI hingga SMA/MA/SMK/MAK. Pada SD kelas I, II, dan III mata pelajaran Bahasa Indonesia mengintergrasikan muatan IPA dan IPS.

Kerangka pengembangan kurikulum Bahasa Indonesia adalah sebagai berikut:
1.   Pengembangan kompetensi kurikulum Bahasa Indonesia ditekankan pada kemampuan mendengarkan, membaca, memirsa (viewing), berbicara, dan menulis. Pengembangan kemampuan tersebut dilakukan melalui berbagai teks.  Dalam hal ini teks merupakan perwujudan kegiatan sosial dan memiliki tujuan sosial. Kegiatan komunikasi dapat berbentuk tulisan, lisan, atau multimodal (teks yang menggabungkan bahasa dan cara/media komunikasi lainnya seperti visual, bunyi, atau lisan sebagaimana disajikan dalam film atau penyajian komputer);
2.   Kompetensi dasar yang dikembangkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam mendengarkan, membaca, memirsa (viewing), berbicara, dan menulis. Untuk mencapai kompetensi tersebut peserta didik melakukan kegiatan berbahasa dan bersastra melalui aktivitas lisan dan tulis, cetak dan elektronik, laman tiga dimensi, serta citra visual lain;
3.   Lingkup materi mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas I-XII merupakan penjabaran 3 lingkup materi: bahasa, sastra, dan literasi;
4.   Lingkup materi bahasa mencakup pengenalan variasi bahasa sebagai bagian dari masyarakat Indonesia yang multilingual,  bahasa untuk interaksi (bahasa yang digunakan seseorang berbeda sesuai latar sosial dan hubungan sosial peserta komunikasi), aksen, gaya bahasa, penggunaan idiom (sebagai  bagian dari identitas sosial dan personal, struktur dan organisasi teks (teks terstruktur untuk tujuan tertentu, bagaimana bahasa digunakan untuk menciptakan teks agar kohesif, tingkat kerumitan teks dan topik, pola dan ciri-ciri kebahasaanya, berteks secara tepat dengan menggunakan kata, kalimat, paragraf secara efektif);
5.   Lingkup materi sastra mencakup pembahasan konteks sastra, tanggapan terhadap karya sastra, menilai karya sastra, dan menciptakan karya sastra; dan
6.   Lingkup materi literasi mencakup teks dalam konteks, berinteraksi dengan orang lain, menafsirkan, menganalisis, mengevaluasi teks, dan mencipta teks.

Kompetensi berbasis genredapat dipetakan sebagai berikut ini.

GENRE
TIPE TEKS
LOKASI SOSIAL
Menggambarkan (Describing)
Laporan (Report):
melaporkan informasi
Buku rujukan, dokumenter, buku panduan, laporan eksperimental (penelitian), presentasi kelompok
Deskripsi: menggambarkan peristiwa, hal, sastra
Pengamatan diri, objek, lingkungan, perasaan, dll.
Menjelaskan (Explaining)
Eksplanasi: menjelaskan sesuatu
Paparan, pidato/ceramah, tulisan ilmiah (popular)
Memerintah (Instructing)
Instruksi/ Prosedur: menunjukkan bgm sesuatu dilakukan
Buku panduan/ manual (penerapan), instruksi pengobatan, aturan olahraga, rencana pembelajaran (RPP), instruksi, resep, pengarahan/pengaturan
Berargumen (Arguing)
Eksposisi: memberi pendapat atau sudut pandang
(MEYAKINKAN/Mempengaruhi): iklan, kuliah, ceramah/pidato, editorial, surat pembaca, artikel Koran/majalah
Diskusi
(MENGEVALUASI suatu persoalan dengan sudut pandang tertentu, 2 atau lebih) 
Respon/ review
Menanggapi teks sastra, kritik sastra, resensi
Menceritakan (Narrating)
Rekon (Recount): menceritakan peristiwa secara berurutan
Jurnal, buku harian, artikel Koran, berita, rekon sejarah, surat, log, garis waktu (time line)
Narasi: menceritakan kisah atau nasehat
Prosa (Fiksi ilmiah, fantasi, fabel, cerita rakyat, mitos, dll.), dan drama.
Puisi
Puisi, puisi rakyat (pantun, syair, gurindam)

Kerangka Pengembangan Kurikulum Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas X sampai dengan XII mengikuti struktur pengorganisasian Kompetensi Inti sebagai berikut ini.

KOMPETENSI INTI

Kelas X
Kelas XI
Kelas XII

KI 1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

KI 1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

KI 1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan  pengetahuan pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI 2 Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan  pengetahuan pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI 2  Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan  pengetahuan pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI 3 Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI 3  Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI 3  Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya  tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

KI 4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
KI 4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
KI 4 Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

Kompetensi Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan Kompetensi Sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

Pengembangan Kompetensi Dasar (KD) tidak dibatasi oleh rumusan Kompetensi Inti (KI) tetapi disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran, kompetensi, lingkup materi, dan psikopedagogi.
         
Ruang Lingkup Materi Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK (Umum):

Kelas X
Kelas XI
Kelas XII
1)      Laporan Hasil Observasi
2)      Teks Eksposisi
3)      Anekdot
4)      Hikayat
5)      Ikhtisar Buku
6)      Teks Negosiasi
7)      Debat
8)      Cerita Ulang (Biografi)
9)      Puisi
10)   Resensi Buku
  1. Teks Prosedur
  2. Jenis Kalimat
  3. Teks Eksplanasi
  4. Ceramah
  5. Pengayaan Non Fiksi
  6. Cerpen
  7. Proposal
  8. Karya Ilmiah
  9. Resensi
  10. Drama
  11. Novel

1)  Surat Lamaran
2)  Novel Sejarah
3)  Teks Editorial
4)  Novel
5)  Unsur Kebahasaan
6)  Artikel
7)  Fakta dan Opini
8)  Kritik
9)  Drama

         
E.     Pembelajaran dan Penilaian

1. Pembelajaran

Pembelajaran bahasa Indonesia merupakan sintesis dari tiga pendekatan, yaitu pedagogi genre, saintifik, dan CLIL. Alur utama model adalah pedagogi genre dengan 4M (Membangun konteks, Menelaah Model, Mengonstruksi Terbimbing, dan Mengonstruksi Mandiri). Kegiatan mendapatkan pengetahuan (KD-3) dilakukan dengan pendekatan saintifik 5M (Mengamati, Mempertanyakan, Mengumpulkan Informasi, Menalar, dan Mengomunikasikan). Pengembangan keterampilan (KD-4) dilanjutkan dengan langkah mengonstruksi terbimbing dan mengonstruksi mandiri. Pendekatan CLIL digunakan untuk memperkaya pembelajaran dengan prinsip: (1) isi [konten] teks—berupa model atau tugas--bermuatan karakter dan pengembangan wawasan serta kepedulian sebagai warganegara dan sebagai warga dunia; (2) unsur kebahasaan [komunikasi] menjadi unsur penting untuk menyatakan berbagai tujuan berbahasa dalam kehidupan; (3) setiap jenis teks memiliki struktur berpikir [kognisi] yang berbeda-beda yang harus disadari agar komunikasi lebih efektif; dan (4) budaya[kultur], berbahasa, berkomunikasi yang berhasil harus melibatkan etika, kesantunan berbahasa, budaya (antarbangsa, nasional, dan lokal). 

Prinsip umum pembelajaran di antaranya adalah sebagai berikut:
1.     Peserta didikdifasilitasi untuk belajar mencari tahu secara mandiri;
2.     Peserta didik belajar dari berbagai sumber belajar;
3.     Proses pembelajaran dapat menggunakan berbagai pendekatan untuk mencapai tujuan pembelajaran;
4.     Pembelajaran berbasis kompetensi;
5.     Pembelajaran terpadu;
6.     Pembelajaranmenekankanpadajawabandivergenyang memiliki kebenaran multi dimensi;
7.     Pembelajaran berbasisketerampilan aplikatif;
8.     Peningkatan keseimbangan,kesinambungan,dan keterkaitan antara hard-skillsdan soft-skills;
9.     Pembelajaranmengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat;
10.  Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ingngarsosung tulodo), membangunkemauan(ing madyomangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tutwurihandayani);
11.  Pemanfaatanteknologi informasi dan komunikasiuntuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran;
12.  Pengakuanatasperbedaanindividualdanlatarbelakangbudaya peserta didik; dan
13.  Suasana belajarmenyenangkan dan menantang.

Prinsip khusus pembelajaran bahasa Indonesia dilaksanakan dengan menerapkan prinsip:
1.   Bahasa merupakan kegiatan sosial. Setiap komunikasi dalam kegiatan sosial memiliki tujuan, konteks, dan audiens tertentu yang memerlukan pemilihan aspek kebahasaan (tata bahasa dan kosa kata) yang tepat; serta cara mengungkapkan dengan strukur yang sesuai agar mudah dipahami. 
2.   Bahan pembelajaran bahasa yang digunakan wajib bersifat otentik. Pengembangan bahan otentik didapat dari media massa (cetak dan elektronik); tulisan guru di kelas, produksi lisan dan tulis oleh siswa. Semua bahan dikelola guru untuk keberhasilan pembelajaran.
3.   Proses pembelajaran menekankan aktivitas siswa yang bermakna. Inti dari siswa aktif adalah siswa mengalami proses belajar yang efesien dan efektif secara mental dan eksperiensial.
4.   Dalam pembelajaran berbahasa dan bersastra, dikembangkan budaya membaca dan menulis secara terpadu. Dalam satu tahun pelajaran peserta didik dimotivasi agar dapat membaca paling sedikit 8 buku ( buku sastra dan 3 buku nonsastra) sehingga setelah peserta didik menyelesaikan pendidikan pada jenjang SMA/MA membaca paling sedikit 18 judul buku.



     2. Penilaian
Hal yang paling utama dalam penilaian adalah guru harus menciptakan instrumen dan suasana penilaian yang menghindarkan peserta didik dari ketidakjujuran dan plagiarisme peserta didik dalam berkarya/berteks. Oleh sebab itu, penilaian proses menjadi sangat penting. Sedapat mungkin peserta didik lebih banyak mengerjakan tugas di sekolah, bukan menjadi pekerjaan rumah (PR).

Penilaian di dalam mata pelajaran bahasa Indonesia secara umum untuk:
(1)  mengetahui ketercapaian kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap berbahasa Indonesia peserta didik;
(2)  mengetahui kemampuan siswa di dalam KD tertentu;
(3)  memberikan umpan balik bagi kegiatan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia; dan
(4)  memberikan motivasi belajar bagi siswa dan motivasi berprestasi bagi peserta didik dan guru.

Penilaian merupakan sebuah proses yang meliputi tahapan: (1) perencanaan, (2) pengumpulan data, (3) pengolahan data, (4) penafsiran, dan (5) penggunaan hasil penilaian. 

Secara umum teknik penilaian pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu teknik tes dan teknik nontes. Instrumen penilaian yang akan dipergunakan harus dikembangkan oleh guru. Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dalam mengembangkan instrumen penilaian adalah sebagai berikut: (1) kompetensi yang dinilai, (2)penyusunan kisi-kisi, (3) perumusan indikator pencapaian, dan (4) penyusunan instrumen.


Penilaian untuk mengetahui keberhasilan kompetensi pengetahuan (misalnya tentang struktur teks dan kebahasaan) digunakan tes tulis dan tes lisan. Sedangkan untuk penilaian kompetensi keterampilan diukur keberhasilannya dengan tes kinerja, penugasan (lisan, tulis, proyek, atau multimodal) dan/atau portofolio. Pelaksanaan penilaian sikap dilakukan dengan lembar pengamatan, lembar penilaian diri, lembar penilaian antarteman, dan jurnal.

Hasil penilaian yang dilakukan oleh guru harus diolah terlebih dahulu sebelum diputuskan sebagai laporan hasil pencapaian kompetensi siswa.

Penilaian merupakan bagian tak terpisahkan dari suatu pembelajaran. Artinya, penilaian harus selalu dilakukan oleh pendidik sebagai bagian dari profesinya. Berdasarkan hasil penilaian inilah, pendidik akan selalu kreatif untuk mencari berbagai strategi baru di dalam tindakan mengajarnya. Oleh karena itu, pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang berangkat dari hasil penilaian sebelumnya--sebagai pengalaman awal siswa--bukan dari apa yang seharusnya dipelajari siswa.

Penilaian sikap digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut sesuai dengan kondisi dan karakteristik peserta didik.





F.   Kontekstualisasi Pembelajaran Sesuai dengan Keunggulan dan Kebutuhan Daerah serta Peserta didik

Kegiatan Pembelajaran pada silabus  dapat disesuaikan dan diperkaya dengan konteks daerah atau sekolah, serta konteks global untuk mencapai kualitas optimal hasil belajar pada peserta didik. Tujuan kontekstualisasi pembelajaran ini adalah agar peserta didik tetap berada pada budayanya, mengenal dan mencintai alam dan sosial di sekitarnya, dengan perspektif global sekaligus menjadi pewaris bangsa sehingga akan menjadi generasi tangguh dan berbudaya Indonesia.   

Sejalan dengan karakteristik pendidikan abad 21 yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2013 juga memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai media dan sumber belajar. Pemanfaatan TIK mendorong peserta didik dalam mengembangkan kreativitas dan berinovasi serta meningkatkan pemahaman dan pengetahuan Bahasa Indonesia.

Pembelajaran Bahasa Indonesia memanfaatkan berbagai sumber belajar seperti buku teks yang tersedia dalam bentuk buku guru dan buku siswa. Sesuai dengan Karakteristik Kurikulum 2013, buku teks bukan satu-satunya sumber belajar. Guru dapat menggunakan buku pengayaan atau referensi lainnya dan mengembangkan bahan ajar sendiri seperti LKS (Lembar Kerja Siswa). Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, LKS bukan hanya kumpulan soal.




II. KOMPETENSI DASAR, MATERI PEMBELAJARAN,
DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

A.   Kelas X
     Alokasi Waktu: 4 jam pelajaran/minggu

Kompetensi  Sikap Spiritual dan Kompetensi Sikap Sosial dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) pada pembelajaran Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan melalui keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran  serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

Pembelajaran untuk Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan sebagai berikut ini.

Kompetensi Dasar
Materi Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
3.1   Mengidentifikasi teks laporan hasil observasi yang dipresentasikan dengan lisan dan tulis.
Isi pokok laporan hasil observasi:
·      pernyataan umum;
·      hal yang dilaporkan;
·      deskripsi bagian;
·      deskripsi manfaat; dan
·      maksud isi teks (tersirat dan tersurat).
·        Menentukan isi pokok, hal-hal yang dilaporkan, dan ciri kebahasaan dalam teks laporan hasil observasi.
·      Menafsirkan teks laporan hasil observasi berdasarkan struktur, ciri kebahasaan, dan isi teks laporan hasil observasi.
·      Mempresentasikan dan menanggapi teks laporan hasil observasi

4.1   Menginterpretasi isi teks laporan hasil observasi berdasarkan interpretasi baik secara lisan maupun tulis.


3.2  Menganalisis isi dan aspek kebahasaan dari minimal dua teks laporan hasil observasi

Isi pokok teks laporan hasil observasi:
·      pernyataan umum;
·      deskripsi bagian;
·      deskripsi manfaat; dan
·      kebahasaan (kalimat definisi, kata sifat).


·    Mengidentifikasi isi,struktur, dan ciri kebahasaan.
·    isi, ciri kebahasaandalam teks laporan hasil observasi.
·    Menyusun kembali teks laporan hasil observasi yang dibaca dengan memerhatikanisi, struktur, danciri kebahasaan.
·    Mempresentasikan, menanggapi,dan merevisiteks laporan hasil observasi yang telah disusun.

4.2  Mengonstruksi teks laporan hasil observasidengan memerhatikan isi dan aspek kebahasaan.




3.3  Menganalisis struktur, isi (permasalahan, argumentasi, pengetahuan, dan rekomendasi), kebahasaan  teks eksposisi yang didengar dan atau dibaca
Isi teks eksposisi:
·      pernyataan tesis;
·      argumen;
·      pernyataan ulang; dan
·      kebahasaan.



Komentar terhadap:
·      Kekurangan dan kelebihan dilihat dari isi (kejelasan tesis dan kekuatan argumenuntuk mendukung tesis).
·     Menggalistruktur, isi,(permasalahan, argumentasi, pengetahuan, dan rekomendasi), dan kebahasaan dalam teks eksposisi yang didengar danatau dibaca.
·    Menyusun teks eksposisi dengan memerhatikan struktur, isi, permasalahan, argumentasi, pengetahuan, rekomendasi, dan kebahasaan.
·    Mempresentasikan,me-ngomentari, dan merevisi teks eksposisi yang telah disusun.


4.3  Mengembangkan isi (permasalahan, argumen, pengetahuan, dan rekomendasi) teks eksposisi secara lisan dan / tulis.
3.4  Menganalisis  struktur dan kebahasaan teks eksposisi.
Struktur teks eksposisi:
·      pernyataan tesis (pendapat tentang suatu permasalahan);
·      argumen (data, fakta, danpendapat untuk menguatkan tesis); dan
·      pernyataan ulang.*

Kebahasaan:
·      kalimat nominal dan
·      kalimat verbal (aktif transitif dan aktif intransitif)
Pola penalaran:
·      deduksi dan
·      induksi

·   Menggali strukturdan aspek kebahasaan dalamteks eksposisi yang dibaca.
·    Menyusun kembali teks eksposisi dengan memerhatikan isi (permasalahan, argumen, pengetahuan, dan rekomendasi), struktur, dan kebahasaan.
·      Mempresentasikan, menanggapi,dan merevisi  teks eksposisi yang telah disusun.

4.4  Mengonstruksikan teks eksposisi dengan memerhatikan isi (permasalahan, argumen, pengetahuan, dan rekomendasi), struktur dan kebahasaan.
3.5    Mengevaluasi teks anekdot dari aspek makna tersirat.

Isi teks anekdot:
·      peristiwa/sosok yang berkaitan dengan kepentingan publik,
Unsur anekdot:
·      peristiwa/tokoh yang perlu dikritisi,  sindiran, humor, dan penyebab kelucuan.


·     Menilai isi dan aspek makna tersirat dalam teks anekdot
·     Menyusun kembali teks anekdot dengan memerhatikan makna tersirat dalam teks anekdot yang dibaca
·     Mempresentasikan, mengomentari,dan merevisi teks anekdot yang telah disusun.

4.5    Mengonstruksi makna tersirat dalam sebuah teks anekdot.
3.6   Menganalisis struktur dan kebahasaan teks anekdot.
·      Isi anekdot
·      Peristiwa/sosok yang berkaitan dengan kepentingan publik.
·      Sindiran.
·      Unsur humor.
·      Kata dan Frasa idiomatis



·    Mengidentifikasi struktur(bagian-bagian teks) anekdot dan kebahasaan .
·   Menyusun kembali teks anekdot  dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan.
·   Mempresentasikan, menanggapi,dan merevisi teks anekdot yang telah disusun.

4.6   Menciptakan kembali teks anekdot dengan memerhatikan struktur, dan kebahasaan.
3.7   Mengidentifikasi nilai-nilai dan isi yang terkandung dalam cerita rakyat (hikayat) baik lisan maupun tulis.
·      Karakeristik hikayat. 
·      Isi hikayat.
·      Nilai-nilai dalam hikayat (moral, sosial, agama, budaya, dan penddikan).



·    Mendata pokok-pokok isi, karakteristik, dan nilai-nilai dalam hikayat.
·    Menyusun teks eksposisi berdasarkan pokok-pokok isi, dan nilai-nilai dalam hikayat.
·    Mempresentasikan, menanggapi,dan merevisi,teks eksposisi yang telah disusun

4.7  Menceritakan kembali isi cerita rakyat (hikayat) yang didengar dan dibaca.


3.8  Membandingkan nilai-nilai dan kebahasaan cerita rakyat dan cerpen.

·      Nilai-nilai dalam cerpen dan hikayat.
·      Gaya bahasa.
·      Kata arkais (kuno).


·    Menjelaskan persamaan dan perbedaan isi dan nilai-nilai dalam cerpen dan cerita rakyat.
·     Menyusun kembali isi cerita rakyat ke dalam bentuk cerpen dengan memerhatikan isi dan nilai-nilai.
·     Mempresesntasikan, menanggapi, dan  merevisiteks cerpen yang disusun.

4.8  Mengembangkan cerita rakyat (hikayat) ke dalam bentuk cerpen dengan memerhatikan isi dan nilai-nilai.
3.9  Menyebutkan butir-butir penting dari dua buku nonfiksi (buku pengayaan) dan satu novel yang dibacakan nilai-nilai dan kebahasaan cerita rakyat dan cerpen.

·      Ikhtisar



Laporan Hasil Membaca Buku

·    Melaporkan isi buku yang dibaca dalam bentuk ikhtisar.
·    Mempresentasikan,  mengomentari, dan merevisiikhtisaryang dilaporkan.


4.9  Menyusun ikhtisar dari dua buku nonfiksi (buku pengayaan) dan ringkasan dari satu novel yang dibaca.
3.10  Mengevaluasi  pengajuan, penawaran dan persetujuan dalam teks negosiasi lisan maupun tertulis.
Isi teks negosiasi:
·      permasalahan;
·      pengajuan;
·      penawaran;
·      persetujuan/ kesepakatan yang tercapai.


·     Menilai masalah, bagaimana cara menyampaikan pengajuan, penawaran, dan pencapaian persetujuan dalam bernegosiasi.
·    Mengungkapkan cara pengajuan, penawaran, dan pencapaian persetujuan dalam bernegosiasi.
·    Memberikan tanggapan hasil kerja teman atau kelompok lain secara lisan (kekurangan dan kelebihan dilihat dari kejelasan isi, kelengkapan data, EYD, dan penggunaan kalimat).

4.10  Menyampaikan pengajuan, penawaran, persetujuan dan penutup dalam teks negosiasi secara lisan atau tulis.

3.11  Menganalisis  isi, struktur (orientasi, pengajuan, penawaran,  persetujuan,  penutup) dan kebahasaan teks  negosiasi.

Struktur teks negosiasi:
·      orientasi dan
·      permasalahan(pengajuan, penawaran, dan persetujuan).

Kebahasaan
·      pasangan tuturan dalam teks negosisi dan
·      bahasa yang santun.




·     Menentukanstruktur: orientasi dan permasalahan (pengajuan, penawaran, dan persetujuan),
·     Menentukan cirri kebahasaan (pasangan tuturan dan kesantunan) dalam teks negosiasi.
·    Menyusun teks negosiasi dengan memerhatikanstruktur teks dan aspek kebahasaan.
·    Mempresentasikan, mengomentari, dan  merevisiteks negosiasi yang telah disusun.

4.11  Mengkonstruksikan teks negosiasi dengan memerhatikan isi, struktur (orientasi, pengajuan, penawaran,  persetujuan,  penutup) dan kebahasaan.

3.12  Menghubungkan permasalahan/ isu, sudut pandang dan argumen beberapa  pihak dan simpulan dari debat untuk menemukan esensi dari debat.
Debat:
·      esensi debat;
·      mosi (permasalahan yang didebatkan);
·      argumen untuk menguatkan pendapat sesuai dengan sudut pandang yang diambil; dan
·      tanggapan (mendukung dan menolak pendapat disertai argumen).

·    Mengidentifikasipermasalahan, sudut pandang, argumen, pemeran, sikap, pemilihan topik dan simpulan dari simulasi debat yang menimbulkan pro dan kontra yang diperankan oleh peserta didik.
·    Melaksanakan debat.
·    Mengevaluasi pelaksanaan debat.







4.12  Mengonstruksi permasalahan/isu, sudut pandang dan argumen beberapa  pihak, dan simpulan dari debat secara lisan untuk menunjukkan esensi dari debat.
3.13  Menganalisis  isi debat (permasalahan/ isu, sudut pandang dan argumen beberapa  pihak, dan simpulan).

Isi debat:
·      mosi/ topik permasalahan yang diperdebatkan;
·      pernyataan sikap (mendukung atau menolak);
·      argumenasi untuk mendukung sikap.
Pihak-pihak pelaksana debat:
·      pihak yang mengajukan mosi/topik permasalahan yang diperdebat-kan;
·      tim afirmatif (yang setuju dengan mosi);
·      tim oposisi yang tidak setuju dengan mosi);
·      pemimpin/ wasit debat (yang menjaga tata tertib)’
·      Penonton/ juri.

·  Mengidentifikasi isi debat (permasalahan/ isu, sudut pandang dan argumen beberapa  pihak, dan simpulan).
·   Memberikan tanggapan (kelebihan dan kekurangan) terhadap pihak-pihak pelaku debat.
·    Melaksanakan debat.
·    Mengevaluasi pelaksanaan debat.


4.13  Mengembangkan permasalahan/isu dari berbagai sudut pandang yang dilengkapi argumen dalam berdebat.
3.14  Menilai hal yang dapat diteladani dari teks biografi
·      Pola penyajian  cerita ulang (biografi).
·      Hal-hal yang patut diteladani dari tokoh dalam biografi.
·     Mengidentifikasi peristiwa (antara lain: perjalanan pendidikan, karier, perjuangan) dalam biografi tokoh.
·    Menyampaikan kembali hal-hal yang dapat diteladani dari peristiwa yang tertuang dalam dalam teks biografi 
·    Memberikan komentar secara lisan atau tulis terhadap hasil kerja teman atau kelompok lain.
4.14  Mengungkapkan kembali hal-hal yang dapat diteladani  dari tokoh yang terdapat dalam teks biografi  yang dibaca secara tertulis.

3.15     Menganalisis aspek makna dan kebahasaan dalam teks biografi.


Unsur-unsur  biografi:
·      orientasi: (identitas singkat tokoh);
·      rangkaian peristiwa dan masalah yang dialami; dan
·      Reorientasi :

Kebahasaan biografi:
·      pronominal;
·      pengacu dan yang diacu; dan
·      konjungsi.
·     Mendata  pokok-pokok isi biografi dan ciri kebahasaan dalam teks biografi.
·    Menulis teks biografi tokoh dengan memerhatikan isi (antara lain: perjalanan pendidikan, karier, perjuangan)
·    Memberikan tanggapan secara lisan terhadap isi teks (biografi) yang ditulis teman


4.15     Menyusun teks biografi tokoh
3.16     Mengidentifikasi suasana, tema, dan makna beberapa puisi yang terkandung  dalam antologi puisi yang diperdengarkan atau dibaca.
Puisi:
(semua jenis puisi)
·      isi;
·      tema;
·      makna;
·      amanat; dan
·      suasana.

·      Mendata suasana, tema, dan makna dalam puisi yang didengar dan atau dibaca.
·      Memusikalisasikan dan menanggapi  salah satu puisi dari antologi puisi atau kumpulan puisi dengan  memerhatikan vokal, ekspresi, dan intonasi (tekanan dinamik dan tekanan tempo).


4.16     Mendemonstrasikan (membacakan atau memusikalisasikan) satu puisi dari antologi puisi atau kumpulan puisi dengan  memerhatikan vokal, ekspresi, dan intonasi (tekanan dinamik dan tekanan tempo)
3.17   Menganalisis  unsur pembangun puisi.


Unsur-unsur pembangun puisi
·        diksi;
·        imaji;
·        kata konkret;
·        gaya bahasa;
·        rima/irama;
·        tipografi; 
·        tema/makna (sense);
·        rasa (feeling);
·        nada (tone);dan
·        amanat/tujuan/maksud (itention).  

·     Mendata kata-kata yang menunjukkan diksi, imaji, diksi, kata konkret, gaya bahasa, rima/irama, tipografi, tema/makna (sense); rasa (feeling), nada (tone), dan amanat/tujuan/maksud (itention).  dalam puisi. 
·     Menulis puisi dengan memerhatikan diksi, imaji, diksi, kata konkret, gaya bahasa, rima/irama, tipografi, tema/makna (sense); rasa (feeling), nada (tone), dan amanat/tujuan/maksud (itention).  
·     Mempresentasikan,  menanggapi, dan merevisi puisi yang telah ditulis
4.17   Menulis puisi dengan memerhatikan unsur pembangunnya.
3.18     Menganalisis isi dari minimal satu buku fiksi dan satu buku nonfiksi yang sudah dibaca.
Resensi buku.
Membuat Resensi Buku yang Dibaca
·     Menganalisis kelebihan dan kekurangan buku yang dibaca
·     Menyusun resensi buku nonfiksi yang dibaca. dengan memerhatikan unsur-unsur resensi
·     Mempresentasikan dan menanggapiresensi yang ditulis


4.18   Mereplikasi isi buku ilmiah yang dibaca dalam bentuk resensi.





B.   Kelas XI
     Alokasi Waktu: 4 jam pelajaran/minggu

Kompetensi  Sikap Spiritual dan Kompetensi Sikap Sosial dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) pada pembelajaran Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan melalui keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran  serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

Pembelajaran untuk Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan sebagai berikut ini.

 

Kompetensi Dasar
Materi Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
3.1     Mengorganisasikan informasi berupa pernyataan-pernyataan umum dan tahapan-tahapan dalam teks prosedur
·      Isi Teks Prosedur.

·      Mengidentifikasi teks prosedur dengan memperhatikan isi,  pernyataan umum dan langkah-langkah/ tahapan yang disampaikan dalam teks prosedur.
·      Membuat rancangan teks prosedur dengan organisasi yang tepat
·      Mempresentasikan, menanggapi, dan merevisiteks prosedur

4.1     Merancang pernyataan umum dan tahapan-tahapan dalam teks prosedur dengan organisasi yang tepat secara lisan dan tulis.
3.2     Menganalisis struktur dan kebahasaan teks prosedur
Teks Prosedur:
·      struktur;
·      kebahasaan;
·      konjungsi ;
·      jenis kalimat; dan
·      verba material dan verba tingkah laku.
·      Mengidentifikasi struktur, kebahasaan, topik, isi  teks prosedur
·      Menyusun teks prosedur dengan memerhatikan struktur dan  kebahasaan yang dominan
·      Mempresentasikan, menanggapi, dan merevisi teks prosedur yang disusun.

4.2     Mengembangkan teks prosedur dengan memerhatikan hasil analisis terhadap isi, struktur, dan kebahasaan
3.3     Mengidentifikasi informasi (pengetahuan dan urutan kejadian) dalam teks ekplanasi lisan dan tulis

Teks Eksplanasi:
·      pengertian;
·      isi; dan
·      kejadian yang menunjukkan hubungan kausalitas.
·   Menganalisis teks eksplanasi dengan memerhatikan isi, urutan kejadian, hubungan kausalitas, dan topik.
·  Menulis kembali informasi (pengetahuan dan urutan kejadian) dalam teks eksplanasi secara lisan dan tulis
·  Mempresentasikan, mengomentari, dan merevisi teks eksplanasi yang disusun

4.3     Mengkonstruksi informasi (pengetahuan dan urutan kejadian) dalam teks eksplanasi secara lisan dan tulis
3.4     Menganalisis  struktur dan kebahasaan teks  eksplanasi

Teks Eksplanasi:
·      Struktur;
·      Kebahasaan; dan
·      Konjungsi.


·   Mengidentifikasi teks eksplanasi dengan memerhatikan  istilah, pokok isi,  referensi, dan pengetahuan dan urutan kejadian yang menunjukkan hubungan kausalitas.
·   Menyusun teks eksplanasi dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan.
·  Mempresentasikan, memberikan komentar, dan merevisi teks eksplanasi yang dibuatnya dalam diskusi kelompok.

4.4     Memproduksi teks eksplanasi secara lisan atautulis dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan
3.5     Mengidentifikasi unsur-unsur ceramah, kebahasan, isi informasi berupa permasalahan aktual yang disajikan dalam ceramah
Ceramah:
·      unsur-unsur;
·      kebahasaan; dan
·      isi.

·      Menentukanunsur-unsur ceramah, isi informasi, dan kebahasaan,
·      Menulis kerangka teks ceramah sesuai dengan topik yang dipilih dengan memerhatikan isi, kebahasaan, dan topik teks ceramah.
·      Mempresentasikan, menanggapi, dan merevisi kerangka teks ceramah yang disusun


4.5     Menyusun bagian-bagian penting dari permasalahan aktual sebagai bahan untuk disajikan dalam ceramah
3.6     Menganalisis isi, struktur, dan kebahasaan dalam ceramah.
Teks ceramah:
·      isi;
·      struktur;
·      kebahasaan; dan
·      teknik orasi ceramah.

·      Menggali isi, struktur, dan kebahasaan dalam ceramah.
·      Menyusun kembali teks ceramah dengan memerhatikan isi, tujuan, kebahasaan, tema,   dan struktur.
·      Menyampaikanteks ceramah yang telah dibuat dalam bentuk lisan dengan memperhatikan teknik cermah  (intonasi, ekspresi, dan bahasa tubuh) yang baik dan sesuai.
·      Mengomentari dan memperbaiki cermah temannya.

4.6     Mengkonstruksi ceramah tentang permasalahan aktual dengan memerhatikan aspek kebahasaan dan menggunakan struktur yang tepat.
3.7     Menemukan butir-butir penting dari satu buku pengayaan (nonfiksi) yang dibaca
Buku pengayaan nonfiksi:
·      isi buku;
·      keunggulan buku;
·      kelemahan buku; dan
·      simpulan.

·      Menentukan unsur-unsur penting buku yang dibacanya.
·      Menyusun laporan hasil kerja kelompok
dengan mempertimbangkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
·      Mempresentasikan dan  memberi tanggapan, dan merevisihasil kerja dalam diskusi kelas.

4.7     Menyusun laporan butir-butir penting dari satu buku pengayaan (nonfiksi)
3.8     Mengidentifikasi nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam kumpulan cerita pendek yang dibaca
Cerpen:
·      Isi cerpen
·      Nilai-nilai kehidupan dalam cerpen
·      Unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen
·      Kebahasaan cerpen
·         Majas
·         peribahasa
·         ungkapan
·      Menentukan unsur intrinsik, ekstrinsik, dan nilai-nilai dalam cerpen serta menerapkan nilai-nilai  dalam cerpen ke dalam kehidupan sehari-hari.
·      Mempresentasikan dan memperbaiki hasil kerja dalam diskusi kelas.

4.8     Mendemonstrasikan salah satu nilai kehidupan yang dipelajari dalam cerita pendek
3.9     Menganalisis  unsur-unsur pembangun cerita pendek dalam buku kumpulan cerita pendek
Cerpen:
·      Unsur-unsur pembangun cerpen
·      Merekonstruksi cerpen.

·      Mengidentifikasi cerpen dengan memerhatikan unsur-unsur pembangun cerpen
·      Menyusun kembali cerpen dengan memerhatikan unsur-unsur pembangun cerpen
·      Mempresentasikan, menanggapi, dan merevisi hasil kerja dalam diskusi kelas.

4.9     Mengkonstruksi sebuah cerita pendek dengan memerhatikan unsur-unsur pembangun cerpen.














3.10   Menemukan  butir-butir penting dari dua buku pengayaan (nonfiksi) yang dibaca

Buku nonfiksi:
·      isi buku pengayaan;
·      keunggulan buku;
·      kelemahan buku; dan
·      simpulan.
·      Membuat simpulan tentang isi buku nonfiksi yang dibaca.
·      Mempresentasikan hasil kerja dalam diskusi kelas.
·      Memberi tanggapan dan memperbaiki hasil kerja kelompok.


4.10   Mempertunjukkan kesan pribadi terhadap salah satu buku ilmiah yang dibaca dalam bentuk teks eksplanasi singkat
3.11  Menganalisis pesan dari satu buku fiksi yang dibaca.

Buku Fiksi:
·      isi buku fiksi;
·      bagian-bagian dalam buku fiksi; dan
·      ulasan terhadap buku fiksi.

·      Mengidentifikasi dan mengomentari bagian-bagian yang membangun cerita fiksi yang dibaca.
·      Menyusun ulasan buku fiksi yang dibaca dengan mengungkapkan keunggulan dan kelemahan isi buku fiksi yang dibaca.
·      Mempresentasikan, memberitanggapan dan  memperbaiki hasil kerja dalam diskusi kelas.

4.11  Menyusun ulasan terhadap pesan dari satu buku fiksi yang dibaca.
3.12  Menentukan informasi penting yang ada dalam proposal kegiatan atau penelitian yang dibaca
Proposal:
·      informasi dalam proposal; dan
·      unsur-unsur proposal.
·      Mengidentifiksi isi tiap-tiap unsur proposal.
·      Menyunting proposal yang dibaca dengan cara melengkapi informasi yang kurang lengkap.
·      Mempresentasikan hasil kerja dalam diskusi kelas.

4.12  Melengkapi informasi dalam proposal secara lisan supaya lebih efektif
3.13  Menganalisis isi, sistematika, dan kebahasaan  suatu proposal

Proposal:
·      isi proposal;
·      sistematika proposal; dan
·      unsur kebahasaan proposal.
·      Mengidentifikasi isi, sistematika, dan kebahasaan proposal.
·      Membuat proposal berdasarkan unsur-unsur proposal, pendahuluan, latar belakang masalah, metode, pelaksanaan (tempat, waktu, biaya, dan pelaksana)  dengan memperhati-kan isi dan kebahasaannya.
·         Mempresentasikan,menanggapi, dan merevisi hasil kerja dalam diskusi kelas.

4.13  Merancang sebuah proposal karya ilmiah dengan memerhatikan informasi, tujuan, dan esensi karya ilmiah yang diperlukan
3.14  Mengidentifikasi informasi, tujuan dan esensi sebuah karya ilmiah yang dibaca
Karya Ilmiah:
·      unsur-unsur karya ilmiah;
·      isi dankebahasaan dalam karya ilmiah;
·      tujuan dan esensi karya ilmiah; dan
·      membuat karya ilmiah.
·      Menentukaninformasi, tujuan dan esensi sebuah karya ilmiah yang dibaca.
·      Merancang karya ilmiah sesuai dengan unsur-unsur dan isi karya ilmiah.
·      Mempresentasikanmenanggapi, dan merevisi hasil kerja dalam diskusi kelas.

4.14  Merancang informasi, tujuan, dan esensi yang harus disajikan dalam karya ilmiah
3.15  Menganalisis sistematika dan kebahasaan karya ilmiah

Karya Ilmiah:
·      kebahasaan karya ilmiah;
·      kalimat baku;
·      penggunaan EYD (penomoran bab, penulisan judul); dan
·      menyusun karya ilmiah.

·      Mengumpulkan dan mengidentifikasi data berkenaan dengan informasi yang akan disusun dalam bentuk karya ilmiah.
·      Menulis karya ilmiah dengan memerhatikan isi, sistematika, dan kebahasaan.
·      Mempresentasikan, menanggapi, merevisi,menilaikarya ilmiah hasil kerja dalam diskusi kelas.

4.15  Mengonstruksi sebuah karya ilmiah dengan memerhatikan isi, sistematika, dan kebahasaan.
3.16  Membandingkan isi berbagai resensi untuk menemukan sistematika sebuah resensi
Resensi:
·      isi dan kebahasaan dalam resensi;
·      membuat resensi;
·      unsur-unsur resensi; dan
·      sistematika resensi.
·      Menentukan persamaan dan perbedaan isi dan sistematika beberapa resensi.
·      Menyusun sebuah resensi buku dengan memperhatikan kelengkapan unsur-unsurnya.
·      Mempresentasikan, menanggapi, dan merevisi resensi hasil kerja dalam diskusi kelas.




4.16  Menyusun sebuah resensi dengan memerhatikan hasil perbandingan beberapa teks resensi
3.17  Menganalisis kebahasaan resensi setidaknya dua karya yang berbeda.

Resensi:
·      unsur-unsur kebahasaan resensi; dan
·      merekonstruksi resensi.

·      Mengidentifikasi kebahasaan resensi
·      Mengonstruksi sebuah resensi dari buku kumpulan cerpen atau novel.
·      Mempresentasikan, menanggapi, dan merevisi resensi hasil kerja dalam diskusi kelas.


4.17  Mengkonstruksi sebuah resensi dari buku  kumpulan cerita pendek atau novel yang sudah dibaca.
3.18  Mengidentifikasi alur cerita, babak demi babak, dan konflik  dalam drama yang dibaca atau ditonton
Drama:
·      Alur dalam drama
·      Babak dalam drama
·      Konflik dalam drama
·      Penokohan dalam drama

·     Mendata, alur, konfliks, penokohan, dan hal yang menarik dalam drama yang dipentaskan.
·     Memerankan salah satu  tokoh dalam naskah drama yang dibaca sesuai dengan watak tokoh tersebut
·   Memberi tanggapan, serta memperbaiki hasil kerja dalam diskusi kelas.

4.18  Mempertunjukkan salah satu tokoh dalam drama yang dibaca atau ditonton secara lisan
3.19  Menganalisis isi dan kebahasaan drama yang dibaca atau ditonton
Drama:
·      Isi dan kebahasaan drama
·      Persiapan mementaskan drama.
·      Pementasan drama
·   Mengidentifikasi isi dan kebahasaan drama yang dibaca atau ditonton.
·    Merancang pementasan dan mendemonstrasikan  drama sebagai seni pertunjukan dengan memperhatikan tata panggung, kostum, tata  musik, dan sebagainya.
·    Memberikan tanggapan terhadap pementasan drama kelompok lain.

4.19  Mendemonstrasikan sebuah naskah drama dengan memerhatikan isi dan kebahasaan
3.20  Menganalisis pesan dari dua buku fiksi (novel dan buku kumpulan puisi) yang dibaca
·      Unsur-unsur novel atau kumpulan puisi.
·      Ulasan terhadap novel atau kumpulan puisi.

·     Mengidentifikasi pesan dari dua buku fiksi (novel dan buku kumpulan puisi) yang dibaca.
·     Menyusun ulasan  terhadap pesan dari dua buku fiksi yang dikaitkan dengan kondisi sekarang.
·   Mempresentasikan, menanggapi, memperbaiki hasil kerja dalam diskusi kelas.
4.20  Menyusun ulasan terhadap pesan dari dua buku kumpulan puisi yang dikaitkan dengan situasi kekinian

 




C.   Kelas XII
     Alokasi Waktu: 4 jam pelajaran/minggu

Kompetensi  Sikap Spiritual dan Kompetensi Sikap Sosial dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) pada pembelajaran Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan melalui keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran  serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

Pembelajaran untuk Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan sebagai berikut ini.


Kompetensi Dasar
Materi Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
3.1     Mengidentifikasi isi dan sistematika surat lamaran pekerjaan yang dibaca.
Surat Lamaran Pekerjaan:
·      identifikasi surat
·      Isi
·      Sistematika
·      Bahasa
·      Lampiran
·      Kalimat efektif.
·      Mendata sistematika dan isi surat lamaran pekerjaan
·      Menyimpulkan sistematika dan unsur-unsur isi surat lamaran pekerjaan
·      mempresentasikan, menanggapi, dan merevisi sistematika dan unsur-unsur isi surat lamaran pekerjaan.

4.1     Menyajikan simpulan sistematika dan unsur-unsur isi surat lamaran pekerjaan dalam bentuk visual

3.2     Memformulasikan unsur kebahasaan surat lamaran pekerjaan
Surat Lamaran Pekerjaan:
·      unsur kebahasaan;
·      penulisan EYD; dan
·      daftar riwayat hidup.
·      Mendata ciri kebahasaan surat lamaran pekerjaan
·      Menyusun surat lamaran pekerjaan dengan memerhatikan isi, sistematika, dan kebahasaan.
·      Mempresentasikan, menanggapi, dan merevisi surat lamaran pekerjaan yang telah disusun

4.2     Menyusun surat lamaran pekerjaan dengan memerhatikan isi, sistematika dan kebahasaan.
3.3     Mengidentifikasi informasi, yang mencakup orientasi, rangkaian kejadian yang saling berkaitan, komplikasi dan resolusi, dalam cerita sejarah lisan atau tulis
Teks cerita (novel) sejarah
·      struktur teks cerita sejarah;
·      isi teks cerita sejarah;
·      nilai-nilai cerita (novel) sejarah; dan
·      kebahasaan teks cerita sejarah.

·      Mendata struktur (orientasi, rangkaian kejadian yang saling berkaitan, komplikasi dan resolusi), nilai-nilai, hal-hal yang menarik dalam cerita (novel) sejarah.
·      Menyusun kembali nilai-nilai dari cerita (novel) sejarah ke dalam teks eksplanasi
·      Mempresentasikan, menanggapi, merevisi teks eksplanasi yang disusun

4.3     Mengonstruksi nilai-nilai dari informasi cerita sejarah dalam sebuah teks eksplanasi

3.4     Menganalisis kebahasaan  cerita atau novel sejarah
Teks cerita (novel) sejarah
·      kebahasaan  cerita (novel) sejarah;
·      unsur-unsur cerita;
·      topik; dan
·      kerangka karangan.
·      Mendata kebahasaan dan  unsur-unsur cerita  sejarah yang tersaji
·      Menyusun teks cerita (novel) sejarah pribadi
·     Mempresentasikan, mengomentari, dan merevisi  teks cerita (novel) sejarah yang telah ditulis
4.4     Menulis cerita sejarah pribadi dengan memerhatikan kebahasaan


3.5     Mengidentifikasi informasi (pendapat, alternatif solusi dan simpulan terhadap suatu isu) dalam teks editorial

Teks Editorial:
·      isi teks editorial;
·      pendapat;
·      ragam informasi; dan
·      simpulan.
·      Menemukan pendapat, alternatif solusi, dan simpulan, informasi-informasi penting, dan ragam informasi sebagai bahan teks editorial
·      Mempresentasikan, menanggapi, dan merevisi informasi berupa pendapat, alternatif solusi, dan simpulan, informasi-informasi penting, dan ragam informasi sebagai bahan teks editorial.

4.5     Menyeleksi ragam informasi sebagai bahan teks editorial

3.6     Menganalisis  struktur dan kebahasaan teks editorial
Teks Editorial:
·      struktur;
·      unsur kebahasaan;
·      topik; dan
·      kerangka karangan.
·      Menentukan struktur dan unsur kebahasaan dalam teks editorial
·      Menyusun  teks editorial yang sesuai topik,  struktur, dan kebahasaan
·      Mempresentasikan, menanggapi, dan merevisi topik, kerangka, stuktur, unsur kebahasaan, dan teks editorial yang telah disusun

4.6     Merancang teks editorial dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan .
3.7     Menilai isi dua buku fiksi (kumpulan cerita pendek atau kumpulan puisi) dan satu buku pengayaan (nonfiksi) yang dibaca
.
Buku Pengayaan:
·      nilai-nilai dalam novel (agama, sosial, budya, moral, dll);
·      kaitan nilai dalam novel dengan kehidupan;
·      amanat dalam novel; dan
·      laporan hasil membaca buku.
Laporan Hasil Membaca Buku
·      Menyusun Laporan buku fiksi yang dibaca.
·      Mempresentasikan laporan yang ditulisnya di depan kelas.
·      Menanggapi laporan yang dipresentasikan

4.7     Menyusun laporan hasil diskusi buku tentang satu topik
3.8  Menafsir pandangan pengarang terhadap kehidupan dalam novel yang dibaca


·      Pandangan pengarang

·      Menentukan pandangan pengarang terhadap kehidupan nyata dalam novel yang dibaca
·      Mempresentasikan dan menanggapi pandangan pengarang.


4.8  Menyajikan hasil interpretasi terhadap pandangan pengarang
3.9  Menganalisis  isi dan kebahasaan novel
·      Unsur intrinsik dan ekstrinsik
·      Unsur kebahasaan
·         Ungkapan
·         Majas
·         Peribahasa
·     Menemukan isi (unsur intrinsik dan ekstrinsik) dan kebahasaan (ungkapan, majas, peribahasa) novel
·      Menyusun novel berdasarkan rancangan
·     Mempresentasikan, mengomentari, dan merevisi unsur-unsur intrinsik dan kebahasaan novel, dan hasil penyusunan  novel

4.9  Merancang novel atau novelet dengan memerhatikan isi dan kebahasaan.
3.10  Mengevaluasi informasi, baik fakta maupun opini, dalam sebuah artikel yang dibaca
·      Artikel.
·      masalah
·      fakta dan opini
·      penyusunan opini
·      topik
·      masalah
·      kerangka
·      Mengkritisi masalah, fakta, opini, dan aspek kebahasaan dalam artikel.
·      Menulis opini dalam bentuk artikel dengan memerhatikan unsur-unsur artikel.
·      Mempresentasikan, menanggapi, dan merevisi fakta dan opini, unsur kebahasaan, pengungkapan opini dan hasil menyusunan opini dalam bentuk artikel.
4.10  Menyusun opini dalam bentuk artikel
3.11   Menganalisis kebahasaan artikel dan/atau buku ilmiah

Artikel:
·      Masalah;
·      fakta dan opini;
·      penyusunan opini
·         topik
·         masalah
·         kerangka
·           Persamaan dan perbedaan penggunaan bahasa.
·      Menemukan unsur kebahasaan artikel dan/atau buku ilmiah
·      Menyusun artikel dan/atau buku ilmiah sesuai dengan fakta
·      Mempresentasikan, menanggapi, dan merevisi unsur kebahasaan artikel yang telah disusun,
4.11  Mengonstruksi sebuah artikel dengan memerhatikan fakta dan kebahasaan
3.12  Membandingkan kritik sastra dan esai dari aspek pengetahuan dan pandangan penulis
Kritik dan Esai:
·           pengertian kritik;
·           jenis-jenis esai;
·           bagian-bagian esai (pembukaan, isi, penutup);
·           perbedaan kritik dan esai; dan
·           penyusunan kritik dan esai.

·      Menentukan unsur-unsur kritik dan esai, persamaan dan perbedaan  kritik dan esai, dari aspek pengetahuan dan pandangan
·      Menulis kritik dan esai dengan memerhatikan aspek pengetahuan dan pandangan tertulis
·      Mempresentasikan, menanggapi, merevisi kritik dan esai yang telah ditulis
4.12  Menyusun kritik dan esai dengan memerhatikan aspek pengetahuan dan pandangan penulis
3.13  Menganalisis  sistematika dan kebahasaan kritik dan esai
Kritik dan Esai
·           pengertian kritik dan esai;
·           jenis-jenis kritik dan esai;
·           bagian-bagian kritik dan esai (pembukaan, isi, penutup);
·           perbedaan kritik dan esai; dan
·           penyusunan kritik dan esai
·      Menemukan isi dan sistematika, kebahasaan kritik dan esai
·     Menyusun kritik dan esai berdasarkan konstruksi dengan memerhatikan sistematika dan kebahasaan
·     Mempresentasikan,  Memberikan penilaian terhadap kritik dan esai berdasarkan sistematika dan kebahasaan

4.13  Mengonstruksi sebuah kritik atau esai dengan memerhatikan sistematika dan kebahasaan
3.14  Mengidentifikasi nilai-nilai yang terdapat dalam sebuah buku pengayaan (nonfiksi) dan satu buku drama (fiksi)
·           Laporan hasil pembacaan buku dan drama fiksi
Laporan Hasil Membaca Buku
·      Menyusun laporan yang berisi refleksi nilai-nilai dalam kehidupan nyata dari buku fiksi/nonfiksi yang dibaca.

·          Mempresentasikan laporan buku yang ditulisnya


4.14  Menulis refleksi tentang nilai-nilai yang terkandung dalam sebuah buku pengayaan (nonfiksi) dan satu buku drama (fiksi)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar