Kamis, 18 September 2014

Teks Deskripsi



Kalimat Deskripsi
Pengertian Kalimat Deskripsi
  • Kalimat deskripsi adalah kalimat yang berisi gambaran sifat-sifat benda yang dideskripsikan. Sifat-sifat itu, antara lain, berupa ukuran (besar-kecil, tinggi-rendah), warna (merah, kuning, biru), rasa (manis, pahit, getir, halus, kasar), atau sifat-sifat fisik yang lain.
  • Kalimat deskripsi menggambarkan atau melukiskan sesuatu sehidup-hidupnya, seperti keaadaan alam, ruangan, dan keindahan wajah seseorang. Dengan kata lain, kalimat deskripsi adalah kalimat yang menggambarkan keadaan, bentuk, atau suasana tertentu, seperti benda, orang, tempat sesuai dengan objek yang sebenarnya.
  • Kalimat deskripsi, pembaca seolah-olah melihat, mendengar, dan merasakan sendiri tentang hal yang disampaikan dalam suatu teks. Dengan kata lain, kalimat deskripsi merupakan kalimat yang melukiskan sesuatu, menyatakan apa yang diindra, melukiskan perasaan, dan perilaku jiwa dalam wujud kalimat.
Contoh:
Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument berada di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Provinsi Kalimantan Barat. Lokasinya berada sekitar 3 km dari pusat Kota Pontianak, ke arah kota Mempawah. Tugu ini menjadi salah satu ikon wisata Kota Pontianak dan selalu dikunjungi masyarakat, khususnya wisatawan yang datang ke Kota Pontianak. Bangunan tugu terdiri dari 4 buah tonggak kayu belian (kayu besi), masing-masing berdiameter 0,30 meter, dengan ketinggian tonggak bagian depan sebanyak dua buah setinggi 3,05 meter dan tonggak bagian belakang tempat lingkaran dan anak panah penunjuk arah setinggi 4,40 meter. Diameter lingkaran yang ditengahnya terdapat tulisan EVENAAR (bahasa Belanda yang berarti Equator) sepanjang 2,11 meter. Panjang penunjuk arah 2,15 meter. Tulisan plat di bawah anak panah tertera 109o 20' menunjukkan letak berdirinya tugu khatulistiwa pada garis Bujur Timur.

Ciri-Ciri Kalimat Deskripsi
Ciri-ciri kalimat  deskripsi adalah sebagai berikut.
a. Menggambarkan atau melukiskan sesuatu.
b. Penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indra.
c. Membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri.


TEKS DESKRIPSI
Tema: Pengenalan Budaya Indonesia

MEMAHAMI ISI TEKS DESKRIPSI
Bacalah teks deskripsi berikut ini!
Tari Saman
Tari Saman tercatat di UNESCO pada Daftar Representatif  Budaya Takbenda Warisan Manusia. Penetapan itu dilaksanakan pada Sidang ke-6 Komite Antar- Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Takbenda UNESCO di Bali,  pada 24 November 2011. Pada awalnya Tari Saman merupakan salah satu media untuk menyampaikan pesan (dakwah) dan ditarikan oleh laki-laki. Tari Saman  mengandung pendidikan keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan, dan kebersamaan.

Penari Saman berjumlah ganjil. Mereka menyanyikan syair lagu berbahasa Gayo bercampur dengan bahasa Arab saat menari. Nyanyian dalam Tari Saman dibagi dalam lima macam. Regnum adalah nyanyian berupa suara auman. Dering adalah suara auman yang dilakukan oleh semua penari. Redet adalah lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari. Sek adalah lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak. Saur yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo. Selain nyanyian, gerakan penari Saman diiringi alat musik berupa gendang, suara teriakan penari,  tepuk tangan penari, tepuk dada penari, dan tepuk paha penari. Gerak dalam tari itu disebut guncang, kirep, lingang,  dan surang-saring (semua nama gerak ini adalah bahasa Gayo).

Kostum atau busana khusus Tari Saman terbagi tiga bagian. Pada kepala dipakai bulang teleng dan sunting kepies. Bulang teleng, yaitu kain berdasar hitam berbentuk empat persegi panjang. Sunting kepies atau tajuk bunga digunakan di bagian kanan kepala. Pada badan dipakai baju kantong, celana, dan kain sarung. Baju kantong disebut juga baju kerawang yaitu baju bertangan pendek berwarna hitam disulam benang putih, hijau, dan merah. Pada tangan dipakai topong gelang dan sapu tangan. Penggunaan warna pada kostum penari sangat penting menurut tradisi karena warna mengandung nilai-nilai yang menunjukkan identitas, kekompakan, kebijakan, keperkasaan, keberanian, dan keharmonisan para pemakainya.
 Diolah dari sumber Tari Saman (2010), karya Ridhwan Abd. Salam, Tangerang: Wahana Bina Prestasi
1. Untuk menguji pemahamanmu terhadap teks deskripsi “Tari Saman”, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
2.    Apakah nama kostum yang dipakai di kepala penari Saman?
3.    Kostum Tari saman terbagi dalam berapa bagian?
4.    Apa ciri gerak Tari Saman?
5.    Pada mulanya Tari Saman ditarikan untu apa?
6.    Mengapa penggunaan warna penting pada kostum penari Saman?
7.    Menurut UNESCO, Tari Saman tercatat dalam daftar apa?
8.    Pada paragraf berapa deskripsi umum dan deskripsi bagian dijelaskan?
9.    Pada paragraf ke berapa gambaran perincian kostum Tari Saman?
10.  Apa yang disampaikan penulis pada paragraf terakhir?



Pembahasan:

1.   Nama kostum yang dipakai di kepala penari Saman disebut Bulang Teleng dan Sunting Kepies.
2.    Kostum Tari saman terbagi dalam tiga bagian.
3.   Ciri gerak Tari Saman adalah gerakan penari Saman diiringi alat musik berupa gendang, suara teriakan penari,  tepuk tangan penari, tepuk dada penari, dan tepuk paha penari.
4.    Pada mulanya Tari Saman ditarikan untuk menyampaikan pesan (dakwah)
5.    Penggunaan warna penting pada kostum penari Saman karena mengandung nilai-nilai yang menunjukkan identitas, kekompakan, kebijakan, keperkasaan, keberanian, dan keharmonisan para pemakainya.
6.    Menurut UNESCO, Tari Saman tercatat dalam Daftar Representatif  Budaya Takbenda Warisan Manusia.
7.    Deskripsi umum dijelaskan pada paragraf pertama dan deskripsi bagian dijelaskan pada paragraf kedua dan ketiga.
8.    Gambaran perincian kostum Tari Saman terdapat pada paragraf ketiga.
9.    Berikut ini gambaran perincian kostum Tari Saman:
    Kostum atau busana khusus Tari Saman terbagi tiga bagian. Pada kepala dipakai bulang teleng dan sunting kepies. Bulang teleng, yaitu kain berdasar hitam berbentuk empat persegi panjang. Sunting kepies atau tajuk bunga digunakan di bagian kanan kepala. Pada badan dipakai baju kantong, celana, dan kain sarung. Baju kantong disebut juga baju kerawang yaitu baju bertangan pendek berwarna hitam disulam benang putih, hijau, dan merah. Pada tangan dipakai topong gelang dan sapu tangan.
10.  Pada paragraf terakhir, penulis menggambarkan tentang bagian-bagian pada kostum penari Tari Saman. (Agt) 



 STRUKTUR TEKS DESKRIPSI

Teks deskripsi tersusun atas beberapa struktur yaitu:
1.     Deskripsi umum
Pada bagan deskripsi umum dijelaskan tentang definisi/identitas objek yang dideskrpsikan). Deskripsi umum dalam teks deskripsi "Tari Saman" terdapat pada paragraf ke-1.
2.    Deskripsi bagian
Pada bagian deskripsi bagian dijelaskan pengklasifikasian objek yang dideskripsikan. Pengklasifikasian dijelaskan secara lebih rinci dengna memberikan gambaran-gambaran yang jelas. Deskripsi bagian terdapat pada paragraf ke-2 dan ke-3.
  


UNSUR KEBAHASAAN

Unsur kebahasaan yang dipelajari dalam teks deskripsi ini yaitu:
-rujukan kata
-kata berimbuhan
-konjungsi
-kelompok kata (frasa)
-Kata baku dan tidak baku
-penggunaan huruf kapital dan tanda baca

Rujukan kata
Rujukan kata yaitu satu kata merujuk pada kata lain yang memperlihatkan keterkaitan.
Rujukan kata berhubungan dengan kata ganti (kata ganti orang, kepunyaan, dan penunjuk)
Rujukan kata yang terdapat pada teks Tari Saman adalah:
1)     Para penari Saman berjumlah ganjil. Mereka menyanyikan syair lagu berbahasa Gayo bercampur dengan bahasa Arab saat menari.
Penjelasan:
·         Kata mereka merujuk pada kata para penari saman.
·         Kata para penari saman merupakan kata yang dirujuk.
2)    Pada awalnya Tari Saman merupakan salah satu media untuk menyampaikan pesan (dakwah) dan ditarikan oleh laki-laki. Tarian ini  mengandung pendidikan keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan, dan kebersamaan.

Penjelasan:
Tarian ini merujuk pada kata tari saman. Jadi, kata tari saman merupakan kata yang dirujuk.

Kata berimbuhan
·         Kata berimbuhan adalah kata dasar yang mendapat awalan (prefiks), akhiran (sufiks), dan sisipan (infiks).
·         Contoh:
1)     Kata berimbuhan yang terdapat pada kalimat (1) yaitu:
penari (tari), berjumlah (jumlah), menyanyikan (nyanyi), berbahasa (bahasa), bercampur (campur), menari (tari).
2)    Kata berimbuhan yang terdapat pada kalimat (2) yaitu:
merupakan

Kelompok kata (frasa)
Kelompok kata (frasa) yang terdapat dalam teks deskripsi Tari Saman yaitu:
takbenda, sapu tangan.

Kata sambung/ kata hubung (Konjungsi)
a.   Kata hubung (konjungsi) adalah kata yang digunakan sebagai penghubung antar kata, frasa, klausa, atau kalimat.
b.   Fungsi kata hubung (konjungsi), sebagai berikut:
1)     Konjungsi yang berfungsi sebagai penghubung satu kata dengan kata lainnya dalam satu kalimat.
2)    Konjungsi yang berfungsi sebagai penghubung satu kalimat dengan kalimat lainnya.

c.   Jenis Konjungsi
Berdasarkan fungsinya, konjungsi dibagi menjadi dua:
1)     Konjungsi Intrakalimat:
Konjungsi intrakalimat yaitu konjungsi yang digunakan dalam satu kalimat.
Contoh: dan, juga (bermakna penambahan), atau (bermakna pilihan), tetapi (bermakna ), karena, sehingga (bermakna sebab-akibat), lalu, kemudian (bermakna kelanjutan).
Contoh konjungsi intrakalimat yang terdapat dalah teks deskripsi Yari Saman yaitu:
Pada awalnya Tari Saman merupakan salah satu media untuk menyampaikan pesan (dakwah) dan ditarikan oleh laki-laki.
Kalimat di atas menggunakan kata hubung (konjungsi) intra kalimat  dan” yang bermakna penamabahan.
2)    Konjungsi Antarkalimat
Konjungsi antarkalimat yaitu konjungsi yang dugunakan untuk menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lainnya.
Contoh: meskipun demikian, dengan demikian, oleh sebab itu, oleh karena itu, akhirnya, selanjutnya, lalu, kemudian.
Contoh penggunaan konjungsi antar kalimat:
ü  Ki Hajar Dewantara berasal dari keluarga keraton Jogjakarta. Akan tetapi, ia begitu dekat dengan rakyatnya.
ü  Novita ingin mendapatkan beasiswa prestasi untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Oleh karena itu, ia selalu giat belajar.




Kata Baku dan Tidak Baku

       Kata baku adalah kata yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.Sumber utama yang telah ditentukan dalam pemakaian bahasa baku yaitu Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI). Kata baku umumnya digunakan dalam kalimat resmi( lisan dan tertulis).

Kata Baku-Kata Tidak Baku
Aktif-Aktip
Aktivitas-Aktifitas
Apotek-Apotik
Analisis-Analisa
Cenderamata-Cinderamata

Definisi-Difinisi

Diesel-Disel-
Dipersilakan-Dipersilahkan-
Dipindahkan-Dipindah-
Ekspor-Eksport

Ekstrem-Ekstrim
Ekuivalen-Ekwivalen
Embus-Hembus
Esai-Esei

      Februari-Pebruari
Fiologi - Phiologi
Film-Filem-
Fisik-Phisik
Foto-Photo-
Frekuensi-Frekwensi
Hafal-Hapal

Hakikat-Hakekat
Hierarki-Hirarki
Hipotesis-Hipotesa
Ijazah-Ijasah

Ikhlas-Ihlas
Imbau-Himbau
Ilmuwan-Ilmiawan
Impor-Import
Insaf-Insyaf
Jadwal-Jadual

Jenazah-Jenasah
Jenderal-Jendral-
Kaidah-Kaedah

Karier-Karir
genyampingkan-
Mengkritik-Mengeritik-
Mengubah-Mengobah/merubah
Menyukseskan-Mensukseskan-
Mesti-Musti
Metode-Metoda
Motif-Motip
Motivasi-Motifasi
Narasumber-narasumber

Nasihat-Nasehat
November-Nopember
Objek-obyek

Objektif-obyektif
Ons-On-
Peletakan-Perletakan-

Penasihat-Penasehat-
Persentase-Prosentase-
Rezeki-Rejeki

Risiko-Resiko-
Roboh-Rubuh
Subjek-Subyek-
Subjektif-Subyektip-
Survei-Survai-
Sutera-Sutra-
Syukur-Sukur-kata tidak baku
Tafsiran-Tapsiran-
Tarif-Tarip-
Tradisional-Tradisionil-
Trotoar-Trotoir- 
Utang-Hutang
Varietas-Varitas-
Wasalam-Wasallam-
Wujud-Ujud-
Zaman-Jaman
Zona-Zone-
 


7 komentar: