Selasa, 14 Oktober 2014

Bentuk Karya Sastra



Sastra terdiri dari tiga bentuk:
1)    Bentuk puisi (berbentuk larik-larik yang membentuk bait)
2)   Bentuk prosa (berbentuk narasi atau cerita) 
3)  Bentuk Drama (berbentuk teks percakapan /dialog (naskah)

 Ketiga bentuk karya sastra ini dibangun dengan 2 unsur yaitu unsur intrinsik dan unsur ektrinsik



                                                              
1.Bentuk Puisi
Contoh bentuk puisi:


Mutiara Alam Negeriku


Kubuka jendela kamarku
Derai angin menerpa wajah
Diiringi nyanyian burung kecil
Awan putih menggulung di langit biru
Bagai permadani tempat para malaikat
Ku mendongak ke langit atas
Menyerukan kata dengan suara lantang
Agar Sang Agung mendengar
Teriakanku “Tuhan…indahnya alammu!”
Jangan biarkan kilaunya meredup
Lenyap karna ulah mereka yang liar
Yang tak bias mendengar rintihan alamku
Alamku bisu tak dapat membela diri
Aku yang akan menjagamu dari mereka
Jangan menangis…
Jangan merintih
Teruslah berkilauan
Karna kau mutiara alam negeriku
  

Karya: Inda Junia
(Siswi kelas VIID SMP KATOLIK SANTU PETRUS)
2. Bentuk Prosa
Prosa adalah bentuk karya sastra yang menggunakan bahasa yang panjang, bebas, rinci dalam teknik pengungkapannya.
Berikut ini saya sajikan penggalan fabel berjudul "Oni Si Rakus". Fabel yang dilahirkan dari imajinasi saya. Fabel merupakan salah satu karya sastra berbentuk prosa.

Oni Si Rakus
Oleh: Agustin Flaviyana, S.Pd.
Matahari mulai terbit, burung-burung berkicau, semua satwa penghuni hutan mulai beraktivitas. Kabut pagi juga mulai lenyap dimakan mentari.
Di hutan itu terdapat kampung Kancil. Mereka hidup sangat Rukun dan hidup saling menolong. Ketika matahari terbit, mereka segera keluar dari lubang sarang di dalam tanah dan bersama-sama bergegas ke kebun masing-masing untuk bekerja.
Saat ini masih musim panas.. Waktu yang tepat bagi kawanan kancil untuk berkebun mananam wortel. Hingga musim penghujan tiba mereka tak perlu lagi keluar rumah untuk bekerja dan mencari makan karena mereka memiliki persediaan makanan yang cukup selama musim hujan.
Oci, kancil dan teman-temannya sangat rajin mencari makan dan bekerja di kebun. Pagi-pagi meraka segera mandi dan berangkat bekerja.
Lain halnya dengan Oni kancil, biarpun teman-temannya sudah pergi bekerja di kebun, dia tetap saja mendengkur.
“Oni, ayo bangun, teman-teman sudah bekerja..” ajak Oci Kancil sambil menarik selimut Oni.
“Malas ah...dingin-dingin begini enaknya bergulung dalam selimut…” Sahut Oni sambil menaikkan selimutnya.
...
3.Bentuk Drama

Drama adalah karya yang ditulis dalam bentuk percakapan (dialog) yang dipertunjukkan oleh tokoh-tokoh di atas pentas. Drama digolongkan ke dalam beberapa bagian, yaitu drama dalam bentuk tertulis dan drama yang dipentaskan. Naskah drama biasanya mempergunakan kalimat-kalimat langsung yang lengkap dengan penjelasan tentang sikap, gerakan, latar, dan cara pengungkapan kalimat yang harus dilakukan para pelakunya.
Contoh naskah Drama:
Di sebuah gubuk tua tinggallah seorang nenek bersama dengan Cucunya yang bernama Ruai. Ruai Gadis yang sangat cantik jelita, tetapi ia memiliki sifat yang malas, angkuh, dan sombong. Ia tak mau membantu neneknya mencari kayu bakar di hutan.
Pada suatu hari, neneknya pamit kepada Ruai untuk pergi mencari kayu bakar di hutan. Ketika itu Ruai msih tengah asik tidur.
Nenek    : Ruai.... Ruai.... Bangun, Cu. Hari sudah siang. nenek mau pergi ke hutan.
Ruai       : (Menggeliatkan tubuhnya  sambil menguap) Ah, nenek mengganggu tiduku!
Nenek    : Kau baik-baiklah di rumah. Nenek berangkat dulu.
Ruai        : (Tidak menghiraukan nenek. Menarik kembali selimutnya)
...... 




1 komentar: